Rabu, 07 Juli 2010

daddy ?

Guys , kali ini gue punya cerita menarik tentang seorang ayah , yang berkata kejam kepada anaknya . Tapi kali ini gue gak menyebutkan namanya , sori guys .

Hay , aku cuma mau cerita tentang apa yang gue alamin .
Waktu itu , adik aku gak tahu bagaimana ceritanya merusak lemari hingga daun pintunya rusak , mama bilang udah besok beli aja lagi yang baru . Tapi papa keras kepala mau negebtulin . Sifat papa memang keras dan egois .

Nah malam itu juga , di membetulkan lemari itu . Dia minta aku untuk mengambil palu . Dan aku ambilkan dan ku berikan kepadanya , lalu tiba-tiba saja papa berteriak di depan wajahku “ SONGONG LO , ANJING !!! ANAK SIALAN !! GUE BUNUH LO !!!!!! “ , sambil ngacungin palunya kearah gue .

Gue kaget setengah mati , otomatis secara refleks gue ninggalin ruangan itu . Terus gue nangis di depan mama .
Gue bilang ‘ aku gak pernah , minta sama Tuhan supaya aku sekarang ada di sini . Aku gak pernah minta sama Tuhan supaya aku ada di dunia ini ! Aku ga pernah minta mama supaya ngelahirin aku yang sekarang ini . ‘ Sepanjang malam itu aku menangis . Berfikir , apa sih salah aku sampai papa ngomong begitu ?
Rasanya aku benar-benar ingin mati saat itu juga . Untuk apa aku hidup kalau papa ku sendiri menginginkan diriku mati , ya gak ?

Dari cerita ini , kita harus mengambil nilai positifnya . Kalau kita tidak boleh berfikir untuk mati , sekalipun orang tua kita sendiri berbicara seperti itu .
Kita harus tegar , dan menjalani hal-hal baiknya saja .
Amin , semoga Tuhan selalu beserta kita .

broken family ?

Hay guys ! How are you , today . Now I’m back and I’m here .
Hari ini kita punya real stories tentang ‘ BROKEN FAMILY ‘ , oke lets see .

Hay , aku Regina kalian bisa memanggil ku Gina . Aku mempunyai seorang adik laki-laki berumur 8 tahun , dan aku sangat membencinya !
Di mulai tahun 2000 , usaha daddy aku bangkrut , sejak hari itu daddy dan mom sering sekali bertengkar . Aku benar-benar gak mengerti dengan mereka , selalu saja bertengkar di depan aku . Daddy membangun usaha nya lagi mulai dari nol , dengan meminjam uang dari beberapa saudara mom . Sejak usahanya kembali di buka , mom membantu daddy kerja . Mom bekerja setengah hari dan pulang di siang hari , untuk mengurus rumahnya .

Yang aku tak menegerti , mengapa daddy bersikap seperti tidak menghargai mom dan aku . Kami berdua dianggap sampah olehnya . Mom sering menangis sendirian , dan tak mau membicarakan mengapa dia menangis . Yang aku fikirkan saat melihat mom menangis adalah ‘ AKU SANGAT MEMBENCI DAD ! ‘ , saat itu aku juga berfikir kenapa mom tidak bercerai saja , bukan kah itu adalah hal yang terbaik ?

Aku bingung , mom sering sekali I skiti oleh Dad . Tetap mom sangatlah sabar , dia terus berjuang dengan keadaan seperti ini . Tapi jujur , aku sama sekali gak tahan lagi melihat mom terus saja menangis karena ulah dad . Sedangkan dad terus-terusan menghambur hamburkan uang dan memanjakan jagoan kecilnya . Apa dad gak sadar ya , dengan perbuatannya ?
Aku sangat berharap Tuhan bisa mengubah semua hal yang ada sekarang ini , entah suatu saat nanti . Aku ingin mengubah sikap ego dad , aku lelah menghadapi kelakuan-kelakaunnya setiap hari . Terkadang aku befikir untuk mati saja , tapi aku tahu ini lah jalan hidup ku . Tuhan memberikan ini semua untuk ku jalani dan pasti ada hal baik di antaranya nanti .

Guys , cerita ini mengajarkan supaya kita bisa bersabar . Setiap hal-hal buruk yg kita alami , pasti ada hikmah dan baiknya juga . Jadikita jalani saja kehidupan dgn lapang dada . bye guys !

teman atau pacar ??

Oke , guys .
I’m back . Hari ini aku punya cerita (real stories) dari seorang temanku – kalian bisa memanggilnya ‘ Echa ‘ . Kali ini bersangkutan dengan masalah teman dan pacar . Cerita ini aku tuliskan melalui sudut pandang dia . Ok , lets see the story and enjoy it !

Hay , aku Echa . Aku cuma mau berbagi sama kalian , jadi aku harap kalian bisa mengambil nilai positif dan membuang nilai negative dari cerita ku ini .

Aku duduk di kelas 3 SMP , dan aku gak memiliki banyak teman kecuali teman-teman kelas 2 yang ngak satu kelas lagi sama aku . Jadi di kelas 3 ini , aku mulai berinteraksi dengan teman-teman baru ku . Di dalam lingkungan kelas ku yang baru ini . Aku mengenal seorang cowok ( panggil saja Daniel ) sejak kelas 1 dan kami masih berteman hingga kelas 3 ini , hanya saja waktu kelas 2 aku tidak sekelas dengannya . Mungkin saat itu hanya dia satu-satu nya cowok yang aku kenal dekat , sehingga kami malah menjadi semakin dekat. Lewat pelajaran hingga soal masalah curhat-bercurhat ria . Aku akui mungkin saat aku semakin dekatnya , aku merasa ‘ SUKA ‘ terhadapnya , dan itu aku rasakan secara sadar .

Saat itu aku sedang menelphone nya , dan kami sedang membicarakan masalah taruhan yang dia lakukan bersama teman-temannya . Dia taruhan untuk jadian dengan seorang cewek , dan aku mendengarkan semua yang dia katakan . Lalu tiba-tiba entah dia mendapat ide dari mana , dia meminta aku yang menjadi cewek taruhannya itu ?
Astaga ? jahat banget , dia memohon sama aku buat bantu dia . Tapi aku gak mau , dan menolaknya secara halus . Lalu suatu hari ( saat kami sedang teelphone2an juga ) dia berkata benar-benar ingin jadi pacar aku . Aku kira ini hanya permainan nya itu , tapi dia bilang dia serius , dan akhirnya kami jadian .

Tetapi relationship itu hanya bertahan selama 3 bulan 9 hari ( haha , aku hafal sekali ya ? dasar ! ). Kami putus di bulan Desember tanggal 9 , dengan alasan yang sama ‘ aku terlalu dekat dengan cowok-cowok ‘ . Relationship itu juga gak berjalan mulus , entah berapa kali kami hampir putus dan tidak jadi putus , hingga tanggal 9 Desember itu . Tapi kau yakin alasan dia waktu itu salah , dia ingin putus karena suka sama cewek lain . Dan itu benar , tanggl 25 Des dia jadian lagi dengan sahabat baiknya , tapi itu juga gak berjalan lama . Mereka putus di bulan Febuari tanggal berapa lupa , tapi yg penting cuma beberapa hari saja aniversarry mereka yg ke tiga bulan . Katanya sih , si cewek yg mutusin dengan alasan ‘ gue emang sebenarnya gak suka dan sayang sama dia ‘ , begitulah .

Sebelum hubungan relationship membentang diantara aku dan Daniel , ada seorang teman cewek ku ( panggil saja Ina ) yang juga teman-nya Daniel . Berkata kepada ku kalau dia sebenarnya sudah jadian dengan Daniel , lalu aku bertanya kepada Daniel dan dia jawab tidak . Pada hari aku bertanya itu lah aku dan Daniel mendapatkan hubungan relationship kami . Dan sejak saat itu juga , Ina memandang diri ku dengan benci dan gak mau berteman dengan ku lagi .

Pertanyaan nya , apakah aku jahat dan salah kalau aku jadian dengan seorang yang aku sukai dan aku sayangi ? Hal itu sampai hari masih belum terjawab .
Rasanya aku ingin memutar waktu dan memperbaiki semua hal yang salah sehingga tidak ada yang perlu membenci ku seperti ini .

Oke guys , lewat cerita yg satu ini . Kita bisa mengambil positifnya , kalau kalian ingin menyukai seseorang kalian harus mengenal orang itu jauh lebih baik agar gak ada penyesalan sama sekali nantinya .
Dan kalian juga gak boleh berbohong ya , jujur adalah hal yg terbaik .
Kalian juga gak boleh bersikap egois dalam berteman , walau hati kalian sakit kalian gak boleh langsung memusuhi mereka , itu sama sama kalian menghakimi orang lain .

Bye guys , see you !

teman atau musuh ?

Di hari itu , gak terpikirkan sama sekali bahwa gue dan orang-orang itu akan menjadi musuh . Entah sejak kapan juga , antara gue dan orang-orang itu mendirikan sebuah tembok pemisah antara yang namanya TEMAN dan MUSUH .

Gue sendiri gak ngerti sama sekali , apakah kami itu teman atau bukan . Kadang mereka bersikap seolah mereka adalah teman yang baik untuk kita , tetapi mereka pasti akan bersikap menganggap gue BUKAN SIAPA-SIAPA buat mereka . Seolah-olah gue itu cuma barang , yang kalau sudah rusak atau tidak bisa dipakai lagi , harus di buang dan di musnahkan . Dan kenyataan berbicara yang sesungguhnya , dan semuanya itu benar dan nyata .

Saat gue berada di kelas satu , gue sekelas dengan mereka . Tetapi ( ini jujur ) gue sama sekali gak terlalu dekat dengan mereka . Beeeh boro-boro dah dekat , ngobrol aja bisa kali ke itung pake jari . Bahkan saat gue menceritakan pada sang penulis blog ini , gue berharap kejadian-kejadian ini gak pernah terjadi dalam kehidupan gue .

Saat kelas dua , gue kembali satu kelas dengan mereka . Entah apa yang membuat kami tiba-tiba menjadi lebih dekat di bandingkan saat kami kelas satu dulu . Dari kelas satu , gue hanya dekat dengan satu orang diantara mereka semua – sebut saja namanya Rin . Rin mengajak ku untuk duduk berdua dengan dia , Rin juga mengajak salah satu dari mereka yang gue duga SANGAT BENCI terhadap gue duduk di belakang gue – sebut saja Lia . Lia duduk dengan teman satu kompleks tempat dia tinggal – sebut saja Ella .

Di hari itu mulai lah , adegan-adegan PERTEMAN PALSU diantara kami semua . Sampai suatu saat , sang wali kelas marah karena kelasnya mendapat predikat kelas terberisik seantreo sekolah ( :p lebay deh ah ) . Akhirnya sang wali kelas memutuskan untuk memindahkan posisi tempat duduk kami semua . Ella dan Lia di pindahkan 3 meja di depan kami . Sedangkan yang duduk di belakang gue dan Rin , adalah dua orang laki-laki – sebut saja mereka berdua jey dan dika . Awalnya memang merasa ngak enak banget . Tetapi kami (gue , Rin , Jey , Dika) malah menjadi teman akrab . Dan entah sejak kapan , gue dan Rin malah masuk ke dalam lingkaran pertemanan Jey dan Dika . Sehingga gue dan Rin jadi mengenal Dean , Osu , Ren ( bedakan yah , Ren ini cowok dan Rin cewek , dan mereka sama sekali gak bersaudara ) , Adi , Kia , Yio dan John . Dan bahkan gue lebih mengenal mereka semua dari pada Lia dkk .

Dari pertemanan gue dengan Jey , munculah kata-kata SAHABAT yang entah sejak kapan mereka yag menganggap gue sahabat mereka . Gue senang banget dengarnya , karena mereka teman pertama gue yang ngomong gitu ke gue . Ya , tapi hanya beberapa di antara mereka si. Tetapi hubungan persahabatan itu masih terjalin walau kami semua sudah lulus , gak satu sekolah dan memang letak rumah kami berjauhan . Antara gue , Dean , Jey , Yio , Dika , dan Rin , kami masih sahabat sampai detik ini .

Entah sejak kapan gue , Dean dkk menjadi sahabat , dan karena itu juga gue gak perduli dengan Lia dkk , karena mereka juga gak peduli dengan gue . Dan pada waktu itu juga , mereka mulai mendatangi diri gue kalau ada maunya aja . Selebihnya gue cuma di anggap sampah gak berguna ! Dan hal ini terjadi sampai saat kami semua merayakan acara kelulusan.
Dan pada saat gue kelas tiga , gue gak sekelas dengan mereka semua (bahkan satu orang pun di antara mereka semua , kurasa Tuhan mengerti bagaimana menderitanya gue harus kenal dengan mereka) . Di kelas tiga juga gue dapat lagi lebih banyak sahabat . Dan gue akui mereka jauh lebih baik dari Lia dkk . Sahabat-sahabat gue yang baru ini , memasukkan gue ke dalam sebuah lingkaran perteman yang sangat di jaga . Mereka semua cowok kecuali gue dan Tata , tapi kami bisa bersahabat baik hingga saat ini . Dan gue juga ngerasa , kalau Lia dkk makin benci dengan gue karena hal itu . But it’s okay , right ? gue udah dapet teman baru yang jauh lebih baik dari mereka kok . Jadi , just enjoy it !

Melalui cerita gue ini , gue cuma mau berbagi sama kalian . Gue cuma mau kasih sebuah pengalaman yang pahit , tapi di campur sama manisnya kehidupan kalau kita sabar . Teman itu segala-galanya . Apalagi kalau kalian sudah punya yang namanya sahabat dan sahabat sejati . Kalian pasti akan sangat menghargai mereka dan gak mau kehilangan mereka . Jadi , kalau kalian bertemu dengan orang-orang yang menganggap mu teman hanya di mulut saja ‘LUPAKAN , BERSABAR , DAN CARILAH ‘ , masih banyak orang yang bisa menjadi teman yang lebih baik dari mereka . Tetapi bukan berarti kalian gak menganggap mereka teman ya ? Biarkan aja kalau mereka gak menganggap mu , yg dosa kan mereka . ok , see you later guys !